Thursday, 16 February 2012

Pameran Kok di Pinggir Rel Kereta Api?

KOMIK INDONESIA BISA BANGKIT 
DAN MENJADI TUAN RUMAH DI NEGERI SENDIRI
buat komikus, aktivis komik, penggemar komik, kurator komik, komunitas komik, pembenci komik, pengamat komik, para maestro komik terdahulu dan pemerhati komik indie di seluruh dunia:
'keep drawing
'
salam sehat untuk dunia komik Indonesia :)
Mujiyono Sutarno, pendiri Komisi Solo
sesosok cowok penggila komik berambut keriting
yang katanya lebih suka dipanggil "Mujix" (daripada "Susi" atau "Yanti")

foto ©Mujiyono Sutarno on facebook cover photo 3.3.2012





Berikut ini re-upload tulisan Curhat Zone
(Komisi Solo, 2011, "Komisi #4 Penjuru", Solo, Komisi Solo halaman di dalam buku):

Kenapa namanya Komisi Solo? KomISI Solo adalah sebuah komunitas komik yang aku dirikan bersama teman-teman ISI (Institut Seni Indonesia) tiga tahun silam. Komunitas itu lahir gara-gara temen-temen komik (terutama cowok keriting berhati galau) tidak memiliki wadah untuk sekedar pamer karya, yah, pamer karya saja itu sudah cukup.

Tinggalkan banyak tanda di dunia lewat karya, 
sekecil apapun itu..
~Sofwan Zarkasi


Kenapa namanya Komisi Edisi #4 Penjuru? Itu nama 'hajatan' ke-4 Komisi Solo.


Pameran (Kompilasi Komik) Komisi #1 "Sketch on The Street"
foto ©Komisi Solo


Pameran (Kompilasi Komik) Komisi #2 Dunia
foto ©Komisi Solo

 
Pameran (Kompilasi Komik) Komisi Segi #3
foto ©Komisi Solo
 






















Pameran (Kompilasi Komik) Komisi #4 Penjuru

Pameran kok di stasiun kereta api? Hajatan Komisi Solo ke-4 judulnya "Empat Penjuru", sebuah edisi gokil kompilasi komik dari berbagai kota di Indonesia, terkumpul total ada 35  komikus yang ikutan.


foto ©Komisi Solo

Rencananya sih aku dan teman-teman akan mengadakan pameran komik di Stasiun Purwosari. Ya, mata kalian masih normal, aku menulis 'pameran komik di Stasiun Purwosari'.

Jgerrr!!! Duar!!! Ide konyol itu tercetus tiba-tiba, tidak ada topan badai yang menerjang otakku, ..namun kenapa ide ini mencuat begitu saja? Kebiasaan umum teman-teman Komisi adalah membuat pameran komik di galeri, atau ikutan stan-stan seni rupa (dan wajarnya emang 'gitu). Alasan aku memilih untuk membuat pameran di stasiun cukup banyak:

Alasan-1. Tema pameran. Kompilasi kali ini diadakan dan diikuti oleh banyak teman dari berbagai kota. Apabila kita berbicara tentang kota dan fasilitasnya, tentu kita akan berpikir mengenai sarana umum yang ada di dalamnya.

Salah satu tempat publik yang menghubungkan banyak kota tersebut adalah stasiun. Aku bisa saja memilih terminal bus, namun tempat itu memiliki tingkat kerawanan yang sangat tinggi, belum lagi keribetan sirkulasi para pengguna terminal. Tempat alternatif lain adalah bandara, ini mah kagak mungkin banget, sangat suash untuk diakses secara umum, hanya segmentasi ekonomi masyarakat menengah ke atas yang bisa ke bandara.

Stasiun  aku pilih karena tempat itu yang paling cocok dengan kriteria 'empat penjuru', selain kudahannya dicapai bagi khalayak ramai, stasiun juga memiliki tingkat kerawanan yang cukup minim. 

Alasan-2. Mencari ruang baru. Berbicara soal tempat berpameran, mindset kita pasti tertuju ke galeri-galeri seni rupa pada umumnya. Tidak ada yang slaah dengan peikiran tersebut, namun apabila kita berbicara mengenai seni rupa rendah (merujuk kutipan Scott McCloud di 'Understanding Comic') seperti komik, tentu tempat seperti galeri seni rupa menjadi lokasi yang sangat prestisius.

Namun apabila kita merunut kembali latar belakang komik dan perbedaan pemahaman masyarakat tentang seni rupa, maka komik see\enarnya bisa bergerak lebih bebas dalam hal waktu, tempat dan masalah subyek yang diangkat.

Komik sangat dekat dengan masyarakat urban, dan diperlukan tempat urban agar mereka bisa lebih dekat lagi. Seengak-enggaknya masyarakt bisa tahu ada media lain untuk sekadar memandang dunia dari kacamata yang berbeda.

Alasan-3. Yeah, ini alasan pribadi sih, sepertinya sagat asyik sekali jika kita bisa pameran komik di stasiun.

Kalian tahu 'kan apa makna 'asyik' tersebut. Asyik karena kita akan mendapatkan banyak hal baru, asyik karena kita pasti akan mengenal banyak teman anyar, asyik karena kaan ada seru-seruan di tempat yang asyik.

Dan lagi, ketika kita berbicara transportasi yang asyik untuk jurusan antar kota, yang paling asyik adalah naik kereta, akan ada pengalaman seru di dalam setiap gerbonganya (terutama gerbong ekonomi Gaya Baru malam jurusan Senen ^^).

Tempat stasium sebenarnya belum deal, kita masih mengurus banyak hal. Perijinan belum kelar dikarenakan kemalasanku yang makin kacau.

Event kali ini sedikti sepi, soalnya hanya beberapa teman saja yang membantu untuk pra-event kali ini. Siang ini aku menelpon Pak B, dia adalah orang penting di stasiun Purwosari. Tanpa ijinnya, kita tidak akan bisa pameran di tempat 'asyik' tersebut. Besok di Purwosari jam 10 siang kita akan mengobrolkan soal perijinan tersebut.

Semoga saja bisa diwujudkan untuk bisa berpameran komik di Stasiun Kereta Api Purwosari. Ayo dong kasih ijin, kita ingin mendekatkan masyarakat dengan media alternatif lain bernama komik 'ni, Pak, please deh Cint. Hrus buleh ea akko gag nakal ug... wkwkkwkwkwkwkwkwk.

Solo, 11 Juli 2011

Kenapa akhirnya pameran Komisi #4 di pinggir rel kereta api, tidak di stasiun kereta api?

Kabar buruk
. Ternyata untuk pameran komik di stasiun kita harus menyiapkan uang 12 juta rupiah, keinginan khayal nan muluk seorang cowok kriting maniak komik itu pupus sudah. Minimnya ruang berkesenian yang kian minim, ternyata tidak mendapat tanggapan positif dari berbagai pihak. Budaya wani pira (Jawa, berani berapa) masih mengakar kuat di berbagai sektor di Indonesia. 

Ah, ruang publik yang katanya untuk publik, sekarang telah menjadi tempat komersial nan individual. Mereka tidak peduli dengan pergerakan komik, bagi mereka masalah media alternatif pengalihan stres problem komunal melalui hal yang lebih positif sangatlah tidak penting; mengawasi kinerja para birokrat melalui seni, bukanlah urusan mereka.

Terlalu rumit untuk mengubah mindset warisan  Orde Baru tersebut. Semoga saja kelak (entah kapan) akan ada  sedikit perubahan yang bisa membuat bangsa ini lebih baik. 

Yeah... Ayo pameran komik di tempat laen :)
Solo, 16 Juli 2011

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...